April 10, 2026

Rekaman Suara Skandal Dana BOS Yatutim Viral, Seret Nama SMK Ekapata

Sumba Barat Daya, Ina Ama.com – Dugaan skandal korupsi Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di Yayasan Tunas Timur (Yatutim) kembali meledak ke publik. Kali ini, pemicunya adalah rekaman suara berdurasi 3 menit 27 detik yang viral di WhatsApp sejak Minggu, 5 April 2026, dan menyeret nama SMK Ekapata.

Isi rekaman tersebut mengungkap percakapan dua orang yang diduga kuat merupakan pejabat di SMK Ekapata. Diketahui, rekaman percakapan antara kepsek dan Bendahara SMK Ekapata Yatutim itu diduga dibuat pada 23 Maret 2026 sekitar pukul 15.26 WITA.

Keduanya membahas serius persoalan gaji guru tahun 2024 hingga 2026 yang disebut belum dibayarkan oleh Ketua Yatutim, sebuah kondisi yang memantik tanda tanya besar soal pengelolaan dana BOS.
Lebih jauh, rekaman itu memuat pengakuan mengejutkan. Salah satu suara menyatakan bahwa uang hasil pencairan dana BOS pernah diantar langsung ke rumah Ketua Yayasan.

Namun, pernyataan tersebut berbanding terbalik dengan klaim Ketua Yatutim yang disebut tidak pernah menerima uang dari pihak sekolah, baik kepala sekolah maupun bendahara.

Ketegangan dalam percakapan pun terasa jelas. Salah satu pihak terdengar menyampaikan keberatan keras, bahkan melontarkan pernyataan bernada ancaman tersirat: “…kalau saya sampai terseret, tidak mungkin usi juga tidak kena…”. (Catatan: usi dalam bahasa Sumba berarti kakak perempuan).

Tak berhenti di rekaman, redaksi juga menelusuri adanya dugaan relasi keluarga antara bendahara SMK Ekapata dan Ketua Yatutim—fakta yang semakin memperkeruh dugaan konflik kepentingan dalam pengelolaan dana publik tersebut.

Lebih menguatkan dugaan, redaksi memperoleh dokumen berupa slip transfer senilai Rp10 juta yang tercatat disetor ke rekening atas nama Soleman Lende Dappa. Dokumen tersebut diduga berkaitan langsung dengan pencairan dana BOS, meski detail peruntukannya masih belum terkonfirmasi secara resmi.

Percakapan dalam rekaman menggunakan bahasa Wewewa, yang kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia oleh redaksi. Tanggung jawab atas akurasi terjemahan berada pada redaksi.

Saat ini, kasus dugaan korupsi dana BOS di Yatutim tengah dalam penanganan Kejaksaan Negeri Sumba Barat.

Namun, hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi dari pihak SMK Ekapata maupun Ketua Yatutim terkait keaslian rekaman, dokumen transfer, serta alur penggunaan dana tersebut.

Poin krusial dalam rekaman suara:

  1. Dugaan gaji guru tahun 2024–2026 belum dibayarkan.
  2. Pengakuan adanya pengantaran uang dana BOS ke rumah Ketua Yayasan.
  3. Klaim Ketua Yayasan yang membantah pernah menerima uang tersebut.
  4. Keberatan keras dari salah satu pihak yang merasa berpotensi diseret dalam kasus.
  5. Rencana pertemuan langsung untuk klarifikasi.

Kasus ini kini menjadi sorotan publik dan berpotensi membuka tabir baru terkait tata kelola dana pendidikan di bawah naungan yayasan.

Publik menanti langkah tegas aparat penegak hukum Kejaksaan Negeri Waikabubak untuk mengungkap kebenaran di balik dugaan skandal ini.***

Berita Terkait