
Jakarta, Ina Ama.com – Nama Jingko Lewi Kase menjadi salah satu kebanggaan baru bagi Tentara Nasional Indonesia. Prajurit berpangkat Prajurit Kepala (Praka) ini berhasil mencatatkan prestasi luar biasa di tingkat internasional ketika dinobatkan sebagai siswa terbaik dalam latihan militer lintas negara di Australia.
Prestasi tersebut tidak hanya mengharumkan nama satuannya, tetapi juga membawa kebanggaan bagi Indonesia, khususnya masyarakat Nusa Tenggara Timur.
Anak Kampung dari Kefamenanu
Praka Jingko Lewi Kase berasal dari wilayah Kefamenanu, tepatnya di Desa Naob, Kecamatan Noemuti Timur, Kabupaten Timor Tengah Utara. Ia tumbuh di lingkungan sederhana di wilayah perbatasan Indonesia–Timor Leste.
Sejak kecil, kehidupan Jingko tidak selalu mudah. Ia pernah bekerja sebagai kenek bus di kampung halamannya sebelum akhirnya memilih untuk mengabdikan diri sebagai prajurit TNI. Tekadnya untuk keluar dari keterbatasan membuatnya terus berusaha hingga akhirnya berhasil bergabung dengan pasukan elite Indonesia.
Perjalanan dari seorang pemuda desa hingga menjadi prajurit elit ini menjadi kisah inspiratif bagi banyak anak muda di NTT.
Bergabung dengan Pasukan Elite Kopassus
Setelah bergabung dengan TNI Angkatan Darat, Jingko berhasil masuk ke salah satu satuan paling elit di Indonesia, yaitu Komando Pasukan Khusus atau Kopassus.
Ia bertugas di Satuan Penanggulangan Teror 81 Kopassus (Satgultor 81), sebuah unit khusus yang memiliki tugas utama menangani operasi antiterorisme dan operasi khusus berisiko tinggi.
Masuk ke satuan ini bukanlah hal mudah. Prajurit harus melalui berbagai seleksi fisik, mental, dan kemampuan tempur yang sangat berat.
Prestasi Gemilang di Australia
Pada tahun 2024, Jingko terpilih mewakili TNI AD untuk mengikuti latihan militer internasional di Adelaide. Latihan tersebut merupakan program Section Commander Course (Sub 1 Corporal Course) yang diikuti oleh prajurit dari berbagai negara.
Selama sekitar tiga bulan, para peserta menjalani berbagai latihan intensif, antara lain:
- Kepemimpinan tempur
- Taktik operasi militer
- Latihan menembak
- Manuver tempur dalam tim kecil
- Simulasi operasi lapangan
Di tengah persaingan ketat dengan tentara dari berbagai negara, Jingko justru tampil menonjol. Ia akhirnya dinobatkan sebagai Siswa Internasional Terbaik dengan nilai excellent oleh para instruktur militer Australia.
Prestasi ini menjadi bukti bahwa kemampuan prajurit Indonesia mampu bersaing di tingkat global.
Tantangan Berat Selama Pelatihan
Dalam wawancara yang dirilis oleh TNI AD, Jingko mengungkapkan bahwa salah satu tantangan terbesar selama pelatihan adalah perbedaan bahasa dan metode pelatihan.
Ia harus beradaptasi dengan bahasa Inggris yang digunakan dalam latihan militer Australia serta menghadapi sistem pelatihan yang berbeda dengan di Indonesia. Namun melalui kerja keras dan disiplin tinggi, ia mampu mengatasi semua tantangan tersebut.
Instruktur pelatihan bahkan menyebut kemampuan Jingko “luar biasa”, sebuah pengakuan yang semakin mempertegas kualitas prajurit Indonesia.
Inspirasi bagi Generasi Muda Indonesia
Prestasi Jingko Lewi Kase tidak hanya menjadi kebanggaan bagi TNI, tetapi juga menjadi inspirasi bagi generasi muda Indonesia, khususnya dari wilayah timur.
Kisah hidupnya menunjukkan bahwa:
Pertama, latar belakang sederhana bukan penghalang untuk berprestasi
Kedua, kerja keras dapat membuka peluang besar
Ketiga, anak daerah mampu bersaing di tingkat dunia
Dari seorang kenek bus di desa hingga menjadi prajurit elite yang diakui secara internasional, perjalanan hidup Jingko adalah bukti nyata bahwa dedikasi dan disiplin dapat mengubah masa depan.
Simbol Kebanggaan NTT dan Indonesia
Kini nama Praka Jingko Lewi Kase sering disebut sebagai salah satu contoh prajurit muda yang berhasil membawa nama baik Indonesia di panggung internasional.
Bagi masyarakat NTT, khususnya Timor Tengah Utara, prestasi ini menjadi kebanggaan besar karena menunjukkan bahwa anak-anak dari daerah perbatasan pun mampu mencapai prestasi luar biasa.***
