April 10, 2026

Pasca Viral Melecehkan Profesi Bidan, Gelar Magister Hukum Kristina Bani Jadi Sorotan

Sumba Barat Daya, Ina Ama.com – Hampir sepekan ini, nama akun Facebook Kristina Bani viral di media sosial.

Namun, ini bukan kali pertama Kristina Bani jadi sorotan publik.

Kali ini dia dikritik habis-habisan karena postingannya yang dinilai menyudutkan dan melecehkan profesi bidan, sehingga memicu reaksi keras dari mereka.

Dengan gelar Magister Hukum, Kristina Bani diharapkan memiliki kesadaran yang lebih tinggi dalam mengelola pernyataan publik, tapi hasilnya malah sebaliknya.

Sampai sekarang, Kristina Bani bukannya menarik kembali pernyataannya dan mengklarifikasi, malah semakin membuat kegaduhan di linimasa Facebook.

Padahal ibu Kristina Bani, Lidia Loghe Mete sudah buat surat pernyataan di atas materai 10 ribu, isinya menarik kembali tuduhan yang dibuat anaknya melalui akun Facebook @Kristina Bani.

Surat tersebut diketahui Kades Kadaghu Tana, Antonius Ra Ikit, dan disaksikan petugas kesehatan Puskesmas Kori, Rabu (1/4/2026).
Tapi kenapa Kristina Bani belum menghapus postingan, tentu netizen makin penasaran!?

Namun, Kristina Bani menantang balik. Dia mengaku enggan minta maaf dan mengklarifikasi, lantaran netizen sudah menghina dan menghujatnya. Dia bahkan tantang netizen, “Kalau merasa dirugikan, silakan dilaporkan saja ke polisi.”

Selain itu, dia juga menegaskan ke netizen, postingan itu atas cerita ibu Lidia Loghe Mete. Mamanya mengaku upahnya sebagai kader posyandu di Desa Kadaghu Tana dipaksa dibagi dua oknum bidan.

Pangkalan ini menjadi kontroversi, hingga netizen mengkritik gelarnya.

Tak sedikit netizen tepok jidat lantaran tulisan dan pilihan kata Kristina Bani dinilai tak sesuai dengan gelar magister hukumnya.

@Nia Awang bilang, “Jangan sampe gelar tinggi cuma hiasan. Pikir-pikir dulu sebelum posting, apalagi punya 26 ribu followers. Orang hukum harusnya wawasannya luas dan etika, Postingan mu malah bikin sakit hati, apalagi bilang bidan se-Sumba. Kalau ada dugaan pungli, tempuh jalur hukum saja, jangan menggiring opini dan merendahkan profesi bidan. Bidan itu bekerja sesuai regulasi, sistem, dan tanggung jawab profesinya,”
kritik akun tersebut melalui sebuah postingan video di akun miliknya yang berdurasi 25 menit 24 detik.

Akun lain, “Aissss ibu Kristina Bani lebih baik minta maaf sudah sesuai dengan isi surat penyataan orang tuamu daripada makin panjang,” tulis akun @Facebook Dyna DiaNa.

@Devliany II, “Kakak Kristina Bani yang bergelar Magister Hukum, tolong cari tau dulu kebenarannya sebelum posting. Honor kader posyandu diatur dan dibayar langsung oleh desa, tidak lewat bidan. Ganti kader juga wewenang desa, bukan bidan,” sebut akun itu.

“Kuli bangunan lebih paham apa itu moral dan etika,” kritik akun @Herman Creww.

Netizen lain, “Sayang sekali, gelarnya tidak sebanding dengan kenyataannya,” komentar @Johan.

@Marthun Watu, Kalo saya kutip dari Rocky Gerung ijasah S1, S2 dan S3 hanya Tanda bahwa dia pernah bersekolah tapi bukan tanda bahwa dia pernah berpikir,” kritik akun tersebut.

Dan masih banyak lagi kritikan pedas dari netizen yang ditujukan kepada Kristina Bani, pasca viral tudingannya yang menyudutkan bidan secara umum di pulau Sumba sampai gelarnya dipertanyakan.

Sampai berita ini ditulis, terpantau postingan Kristina Bani yang menyudutkan profesi bidan di Sumba masih belum dihapus atau diklarifikasi secara online.***

Berita Terkait