Maret 15, 2026

Kapal Terdampar di Waimaringi, Begini Kronologi Lengkapnya!

Sumba Barat Daya, Ina Ama.com – KM Abadi Jaya A1 dikabarkan terdampar di perairan Sumba tepatnya di Pantai Waibuku, Kampung Waibuku, Desa Waimaringi, Kecamatan Kodi Blaghar, Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) pada Minggu, 25 Januari 2026.

Terdamparnya kapal kayu tersebut pun kemudian menjadi perbincangan hangat publik, bahkan beberapa warga setempat langsung ke lokasi untuk melihat kejadian langka tersebut.

Diduga peristiwa terdamparnya kapal tersebut diakibatkan oleh cuaca buruk dan angin kencang.

Berdasarkan kronologis yang diterima inaama.com dari Polres SBD, kejadian terdamparnya kapal terjadi pada pukul 04.30 WITA.

Sebelumnya, KM Abadi Jaya bertolak dari Banyuwangi pada Jumat silam dengan tujuan Tanjung Ruah, Kabupaten Sumba Barat.

Sayang di Sabtu pukul 02.00 WITA, kapal tersebut dihantam angin kencang dan gelombang besar yang membuat kapal tersebut mengalami mati mesin dan mulai kehilangan arah.

Sialnya, saat kapal mulai kehilangan arah, salah satu ABK malah mendapati kapal mulai kemasukan air akibat kerusakan pada badan kapal yakni pada Lunas Kapal, gading fondasi mesin induk patah sebelum kemudian terdampar di bibir pantai Waibuku.

Adapun seluruh Awak kapal yang terdata dalam kapal tersebut berjumlah 31 orang dan langsung dievakuasi menuju Mapolres Sumba Barat Daya.

Sementara untuk total kerugian yang dialami berkisar Rp7 M.

Sebelumnya, Kepala Syahbandar Waikelo, Tonny E. Bokty saat dikonfirmasi wartawan mengatakan pihaknya belum mendapatkan informasi yang akurat tentang peristiwa tersebut.

“Saat ini kami belum mendapat informasi yang akurat. Kami telusuri dulu atau pengecekan dulu ya,” kata Tonny yang dihubungi via telefon whatshap.

Saat ditanya apakah tujuan kapal tersebut adalah Waikelo, Tonny menyebut kalau pihak tidak mendapatkan informasi tersebut.

Dirinya menduga bahwa KM Abadi Jaya mempunyai tujuan lain.

Meski begitu, Tonny menambahkan, dirinya akan perintahkan anggotanya untuk melakukan pemantauan di lapangan.

“Kalau tujuan Waikelo, pasti mereka menyampaikan warta kapal, tapi sampai sekarang tidak ada laporan. Mungkin tujuan lain, tapi nanti kita cek di lapangan. Nanti kami cek, kami pantau di lapangan, dan kalau betul ditemukan, kami akan laporkan ke pusat. Kalau ini lewat jalur lain, kami tidak tahu, tapi kami investigasi dulu,” tambahnya lagi.***

Berita Terkait