Nasib di Ujung Tanduk,
Penghasilan Sopir MBG Lebih Tinggi dari Gaji Guru Honorer, Apakah Adil?

Sumba Barat Daya, Ina Ama.Com – Pendidikan di Indonesia kian telanjang. Di tengah Ketidakstabilan gaji guru honor, justru disebut gaji guru honorer lebih rendah dari penghasilan sopir program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Kalau dihitung, sopir MBG bisa mendapatkan lebih dari Rp3 juta per bulan. Sementara guru honorer di sebagian Indonesia hanya digaji ratusan. Ini Indonesia, bukan Negara yang melarat, Indonesia termasuk Negara yang cukup kaya,” kecewa Novayanus Kaha salah satu guru honorer di Kabupaten SBD, Jumat, 15 Januari 2026.
Menurut Novayanus Kaha, Negara begitu serius memperhatikan gizi fisik murid. Namun, di sisi lain, gizi “otak” yang diberikan guru setiap hari seolah dianggap cukup dibayar dengan pengabdian dan kesabaran.
“Mana mungkin kualitas pembelajaran dapat optimal jika guru sendiri bergulat dengan kecemasan ekonomi dan tekanan mental. Kesejahteraan guru bukan semata urusan kantong, tetapi juga menyangkut kesehatan mental profesionalisme dan profesionalisme,” ujarnya.
Sambung Novayanus Kaha, seharusnya pemerintah pusat memperhatikan hal yang paling mendasar terkait status guru honorer dan kesejahteraannya.
“Masalah paling mendasar, adalah status kepegawaian guru honorer yang tidak jelas. Tanpa pengakuan resmi dari negara, mereka rentan diberhentikan sewaktu-waktu oleh sekolah. Apalagi statusnya tidak jelas, tidak diakui negara. Sekolah bisa kapan saja memecat guru honorer yang digaji Rp300 ribu itu,”tegasnya.
Disisi lain, Novayanus Kaha mengapresiasi program MBG sebagai langkah pemerintah pusat mengurangi angka malnutrisi, stunting, dan anemia dengan memastikan kebutuhan gizi siswa terpenuhi.***
